? ??????????????????? ????Easy Install Instructions:???1. Copy the Code??2. Log in to your Blogger account
and go to "Manage Layout" from the Blogger Dashboard??3. Click on the "Edit HTML" tab.??4. Delete the code already in the "Edit Template" box and paste the new code in.??5. Click BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS ?




Friday, March 26, 2010

Nikmat waktu adalah nikmat yang sangat besar, akan tetapi banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan menghabiskan untuk keperluan yang kurang penting atau bahkan sia-sia. Berikut sekelumit potret kehidupan para ulama dalam memaksimalkan waktu untuk amal-amal ketaatan.



Ibnu Mas’ud

Beliau salah seorang sahabat yang mulia, beliau pernah berkata, “Aku belum pernah menyesali sesuatu seperti halnya aku menyesali tenggelamnya matahari, dimana usiaku berkurang, namun amal perbuatanku tidak juga bertambah”





Amir bin Abdi Qais

Beliau seorang tabi’in yang zuhud. Ada seorang pria berkata kepadanya, “Berbincang-bincanglah denganku”. Amir bin Abdi Qais menjawab, “Tahanlah matahari” Artinya, “Cubalah hentikan perputaran matahari, jangan biarkan ia berputar, baru aku akan berbincang-bincang denganmu. Kerana sesungguhnya waktu ini senantiasa merayap dan bergerak maju, dan setelah berlalu ia tak akan kembali lagi. Maka kerugian akibat tak memanfaatkan waktu adalah jenis kerugian yang tidak dapat diganti atau dicarikan kompensasinya. Karena setiap waktu membutuhkan amal perbuatan sebagai isinya”



Muhammad bin Suhnun (202 H-256 H)

Al-Maliki menuturkan, “Muhammad bin Suhnun memiliki seorang sariyyah, budak wanita milik sendiri- yang bernama Ummu Mudam. Suatu hari ia bertandang ke rumahnya. Saat itu beliau sibuk menulis buku di malam hari. Datanglah saat santap malam. Budak itu meminta ijin masuk kamarnya, “Saya sedang sibuk’, ujar Muhammad.



Kerana terlalu lama menunggu, maka sang budak menyuapkan makanan itu ke mulut Beliau sampai Beliau mengunyahnya. Hal itu berlangsung lama, dan Beliau tetap dalam kondisi demikan, hingga datang waktu solat subuh.



Maaf, aku sangat sibuk sehingga melupakanmu tadi

Tuesday, March 23, 2010

SYOKNYA TIDUR..




DOA KETIKA HENDAK TIDUR:



DOA KETIKA BANGUN DARI TIDUR:




Dari Abi 'Umarah Al-Barak Ibn 'Azib R.'Anhuma berkata: Rasulullah S.A.W bersabda: "wahai sifulan.. Apabila kamu hendak tidur,maka katalah(berdoalah)
"ya Allah,aku menyerahkan diriku kepada-Mu,aku menghadapkan wajahku kepada-Mu,aku menyerahkan urusanku kepada-Mu,aku menyerahkan jagaan diriku kepada-Mu,dalam keadaan aku mengharap dan takut kepada-Mu,tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat keselamat melainkan hanya kepada-Mu,aku beriman dengan kitab yang telah Engkau turunkan,dan aku beriman dengan Nabi yang telah Engkau utuskan"
dan sekiranya kamu mati pada malam ini,kamu mati dalam keadaan kamu kembali kepada fitrah(Islam),dan sekiranya kamu masih diberi peluang untuk hidup,kamu hidup dalam kebaikan.
-muttafaqun "alaih

sabda Rasulullah S.A.W: apabila kamu hendak tidur,maka berwudu' lah dengan wudu' untuk solat,kemudian baringlah diatas lambung kamu yang kanan(mengiring ke kanan), dan jadikannya akhir apa yang kamu katakan(doa).
-muttafaqun 'alaih.

*dua hadis diatas mengajar cara tidur dan berdoa sebelum kita tidur,ini menunjukkan setiap malam kita akan memperbaharui niat kita dengan berdoa dan setiap malam juga kita mengikat janji dengan allah,kerana kita tidak tahu bila pengakhiran hidup kita,boleh jadi bila kita tidur,nyawa kita ditarik pada waktu itu,dalam keadaan kita belum bersedia?dalam keadaan kita cintakan dunia? na'uzubillah,jadi sama-sama kita topup amalan kita (buat persediaan menuju Yang Maha Esa).

Tuesday, March 2, 2010

cara-cara potong kuku


cara potong kuku menurut assakhrawi:
"barangsiap yg memotong kuku secara mukhalafah(berlawanan) maka ia tidak terkena penyakit mata"

kuku kanan:

  1. jari kelingking
  2. jari tengah(hantu)
  3. ibu jari
  4. jari manis
  5. jari telunnjuk

kuku kiri:
  1. ibu jari
  2. jari tengah(hantu)
  3. jari kelingking
  4. jari telunjuk
  5. jari manis
*rujukan:kitab mawahibussomad
ta'lifan:Ahmad b. hijazi alfasyni
maktabah:darulfajr